Sangat menarik jika berbicara bahasa Arab, karena banyak sekali keunikan didalamnya. Tiada heni ialah ungkapan bagi seseorang yang saat ini masih belajar Bahasa Arab dan keunikannya. Salah satunya adalah adalah kemiripan arti namun menyimpan penggunaan dan makna yang berbeda. Pada tulisan kali ini saya ingin membahas tentang perbedaan kata مدح و ثناء yang mempunyai arti yg sama adalah pujian.
Mari kita mengulik lebih jauh kata Madh (مدح) artinya pujian/sanjungan, Madh adalah Mashdar dari kata, مدح menurut Kamus “Mu’jamul Mu’ashirah” adalahمدح : مدَحَ يمدَح، مَدْحًا، فهو مادِح، والمفعول مَمْدوح •
مدَح الشَّخصَ أو الشَّيءَ: أثنى عليه بما له من الصِّفات الحَسَنة، أحسن الثَّناء عليه، ضدّ ذمّه artinya kata kerja yang berarti memuji atau menyanjung seseorang atau sesuatu karena memiliki sifat-sifat baik. Lawan katanya adalah dzamm (ذمّ), yang berarti mencela atau mengkritik. Kata Madh mempunyai Istiqaq/derivasi kata seperti احمد, محمود, حامد , Al-Quran sendiri menyebutkan kata tersebut seperti dalam QS. Hud: 73, As-Shaff: 6 dll.
Sedangkan Tsanaa (ثناء) artinya pujian/sanjungan. Tsana adalah bentuk mufrod/ yang mempunyai kata jamak/plural ثنَاءَاتٌ و أَثْنِيَةٌ. Tsana mempunyai beberapa kata yg bekaitan dengannya seperti أثني, تثنّى, مثاني. Dalam kitab Al-Mufrodat fii Gharibil Quran karya Abu Qasim Al-Husain dikatakan ما يذكر في محامد الناس، فيثنى حالا فحالا ذكره، يقال: أثني عليه artinya menyebut kebaikan seseorang berkali-kali sebagai bentuk pujian. Al-Quran sendiri menyebutkan kata (مثاني) seperti dalam Al-Hijr:87 dan Az-Zumar:23.
Lantas yang menjadi pembeda antara 2 kata tersebut apa? Abu Hilal Al-Askari dalam kitab “Mujamul Furuqul Lughah” memaknai kata Madh عبارة عن القول الدال على أنه مختص بنوع من أنواع الفضائل باختياره، وبغير اختياره artinya ungkapan yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki jenis keutamaan tertentu, baik yang diperoleh dengan pilihannya sendiri maupun yang bukan karena pilihannya. Maksudnya adalah keutamaan dengan pilihan sendiri: Seperti seseorang yang dipuji karena ilmunya, akhlaknya, atau kebaikannya, yang memang ia usahakan sendiri. Adapun keutamaan tanpa pilihan sendiri: Seperti seseorang yang dipuji karena wajahnya yang tampan/cantik, postur badan yang ideal, atau suaranya yang merdu, yang bukan hasil usahanya sendiri.
Contoh: مدح الناسُ الفتى لجمال صوته artinya orang-orang memuji pemuda karena suaranya yg bagus/merdu.
Jika kata Tsanaa الثناء مدح مكرر artinya pujian yang diulang-ulang, yang menunjukkan penghormatan dan pengagungan yang lebih tinggi. Dalam Al-Quran disebutkan وَلَقَدْ آتَيْناكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثانِي yang artinya “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang diulang-ulang.” (Al-Hijr:87). Maksud dari kata Sab’an minal Matsani adalah karena dibaca berulang kali dalam setiap rakaat salat dan Selalu diulang dalam berbagai kesempatan ibadah.
Kesimpulan:
| Aspek | Madh | Tsanaa |
| Makna | Sanjungan secara umum | Pujian yang berulang dan penghormatan yang tinggi |
| Objek | Bisa manusia, benda atau sifat tertentu. | Biasaanya digunakan untuk Allah atau sesuatu yg sangat dihormati. |
| Penggunaan | Bisa untuk keutamaan sendiri atau bawaan. | Hanya untuk sifat pilihan dan keutamaan tingggi |
| Contoh | Memuji seseorang atas kebaikan atau sifatnya | Pujian kepada Allah dalam doa dan ibadah |
Semoga dengan tulisan ini, bisa menambah pengetahuan kita tentang perbedaan 2 kata yaitu Madh dan Tsanaa. Wallahu A’alam Bishowab
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.
Kami Sediakan Paket Reseller Undangan Digital Untuk Anda Dengan Harga Super Murah !!!, Klik Mau dan Hubungi Admin !!!
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !