Beberapa waktu yang lalu, saya diminta untuk mengisi kajian di salah satu komunitas Dakwah secara online. Saya membawakan tema yang diberikan penyelenggara tentang “Kesuksesan itu Bukan Tujuan namun Perjalanan”. Tema yang menurut saya menarik karena fenomena saat ini, sebagian dari kita lupa atas esensi dari sebuah kesuksesan, mereka lebih berfokus pada tujuan dan menginginkannya secara instan tanpa mempertibangkan ada proses dalam kesusksesan tersebut.
Ada yang berpendapat sukses itu ketika sudah menjadi PNS, polisi, punya jabatan pemerintahan, mempunyai tanah dimana-mana dan mempunyai istri 3, hehe. Namun menurut saya kesuksesan adalah mampu mempertahankan rutinitas positif secara konsisten. Misal setiap hari bangun untuk sholat tahajud dan shubuh berjamaah kemudian kita dapat mempertahankan rutinitas tersebut, maka saya sebut mereka merupakan orang sukses. Karena kesuksesan berawal dari hal kecil yang dilakukan terus menerus sampai tercipta hal besar.
Kesuksesan pertama manusia ialah terlahir dan hidup di dunia ini. Kenapa? Karena kita merupakan salah satu sel sperma yang lolos dari 300-500 juta sel sperma yang gagal, hanya ada satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur (ovum) dari wanita. Ini merupakan persaingan yang sangat ketat, karena hanya satu sperma yang akan berhasil (sukses) mencapai dan menembus sel telur, yang kemudian memulai proses pembuahan yang menghasilkan kehidupan baru. Hal tersebut memberikan sebuah penjelasan bahwa kesuksesan dimulai dari sebuah perjuangan. Tidak ada sebuah keberhasilan tanpa sebuah perjuangan.
Allah telah menyebutkan kriteria orang-orang yang beruntung/berhasil baik di dunia maupun kelak diakhirat dan telah dijanjika kepada mereka Syurga Firdaus yaitu dalam firmannya (QS. Al-Muflihun 1-10): 1). Orang berimana yang khusyuk dalam salatnya. 2). Orang berimanmenjaga diri dari perbuatan dan perkataan sia-sia. 3). Orang beriman yang senantiasa menunaikan zakat. 4). Orang yang beriman menjaga kehormatan dan kemaluannya. 5). Orang beriman yang amanah. 6). Orang beriman yang menjaga sholat.
Maka Kesuksesan itu sebenarnya sangat tergantung pada pandangan setiap orang, dan tidak melulu soal jabatan atau uang. Keberhasilan yang sesungguhnya bisa kita rasakan ketika hidup kita harmonis, hati merasa tenang, dan kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Yang lebih penting lagi, kesuksesan adalah tentang menjalani hidup dengan nilai-nilai tuntunan tuhan berupa (Al-Quran dan Al-Hadist).
Dipenghujung tulisan ini, saya tutup dengan syair Mahmud Sami Basya (Wafat 1366 H) Tentang Memanfaatkan Kesempatan dalam menggapai sebuah kesuksesan:
بَادِرِ الفُرْصَةَ وَاحْذَرْ فَوْتَهَا # فَبُلُوْغُ العِزِّ فِي نَيْلِ الفُرَصِ
وَاغْتَنِمْ عُمْرَكَ إِبَّانَ الصِّبَا # فَهُوَ إِنْ زَادَ مَعَ الشَيْبِ نَقَصْ
وَابْتَدِرْ مَسْعَاكَ وَاعْلَمْ أَنَّ مَنْ # بَادَرَ الصَيْدَ مَعَ الفَجْرِ قَنَصْ
إِنَّ ذَا الحَاجَةِ إِنْ لَمْ يَغْتَرِبْ # عَنْ حِمَاهُ مِثْلُ طَيْرٍ فيِ قَفَصٍ
Artinya:
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.
Kami Sediakan Paket Reseller Undangan Digital Untuk Anda Dengan Harga Super Murah !!!, Klik Mau dan Hubungi Admin !!!
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !