Siang itu, Kota Malang yg bersinar sperti hari biasanya, meski awan terlihat mendung namun matahari terus bersinar. Tapi hari itu terasa berbeda lebih dari sekadar cuaca. Ada rasa istimewa yang sulit dijelaskan, karena untuk pertama kalinya, saya bisa bertemu langsung dengan sosok yang selama ini hanya hadir lewat layar kecil handphone: Dr. Fahrudin Faiz dengan dakwahnya yang santai tapi sarat makna, ringan tapi mengena.
Dr. Fahrudin Faiz, M. Ag, adalah sosok inspiratif kajian filsafat dan merupakan alumni IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN). Beliau menempuh pendidikan S1 hingga S3 di sana dan kini mengabdikan diri sebagai dosen Aqidah Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain mengajar, Dr. Fahrudin juga aktif menulis, terbukti dari banyaknya karya yang dihasilkan, baik dalam bentuk buku maupun artikel di media online.
Dalam kajian yang beliau bawakan dengan tema “Ciri-Ciri Hati yang Masih Kotor”, Dr. Fahrudin menyampaikan lima tanda yang patut kita perhatikan. Pertama, jauhnya ilmu dan amal; ketika pengetahuan kita tidak sejalan dengan tindakan kita. Kedua, ketidakmampuan menikmati ibadah; saat kita merasa hampa dalam beribadah, seolah ada yang menghalangi. Ketiga, disibukkan dengan hal-hal yang tidak penting; ketika waktu kita terbuang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Keempat, banyak keterikatan pada selain Allah; saat hati kita lebih terikat pada dunia daripada kepada Sang Pencipta. Dan yang terakhir, suka berlebihan, termasuk dalam kebaikan; seharusnya kita berbuat baik dengan sewajarnya, tidak berlebihan.
Pada Kajian tersebut, saya begitu antusias dengan mendengarkan penyampaian Dr. Fahrudin Faiz. Ada beberapa judul bacaan yang saya kenal dan sejalan dengan apa yang beliau sampaikan, salah satunya adalah buku karya Habib Jafar berjudul “Seni Meraya Tuhan”. Setiap kata yang diucapkan Dr. Faiz seolah menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran yang saya temui dalam buku tersebut, membuat saya semakin terfokus dan termotivasi untuk menyimak lebih dalam.
Saya merasa sangat beruntung. Tidak hanya karena bisa berfoto bersama beliau, tetapi juga karena bisa mendapatkan langsung nasihat, ilmu, dan keteladanan yang beliau sampaikan. Lebih dari itu, saya mendapat hadiah istimewa dari Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sebuah buku karya Dr. Fahrudin Faiz berjudul “Nalar Keislaman dan Keilmuan.” Sebuah anugerah yang menambah kebahagiaan hari itu.
Bagi saya, buku adalah salah satu bentuk cinta Tuhan yang paling indah. Di dalamnya terkandung ilmu, pengetahuan, bahkan kebijaksanaan yang bisa mengubah cara kita memandang hidup. Hanya dengan membaca, kita bisa menjelajahi dunia. Sayangnya, tidak semua orang menyadari betapa luar biasanya anugerah ini.
Buku adalah harta yang tak ternilai, dan sayangnya, tidak semua orang menyadari keistimewaannya. Ada lima alasan mengapa kita harus membaca. Pertama, Tuhan menganugerahkan otak sebagai aset terbesar yang kita miliki. Otak kita memiliki kapasitas yang jauh melebihi memori yang ada, jadi sangat mubazir jika kita tidak mengisinya dengan ilmu dan pengetahuan. Ilmu adalah aset yang tidak bisa dicuri oleh siapa pun. Kedua, membaca memberi kita stok obrolan yang berkualitas; saat diajak berbincang, kita bisa lebih nyambung dan berkontribusi dalam diskusi. Ketiga, dengan memiliki ilmu, perspektif kita semakin luas, dan kita bisa bersikap lebih bijak. Keempat, dunia berkembang dengan cepat, dan jika kita tidak siap, kita akan tertinggal. Terakhir, membaca membuat kita lebih percaya diri; seringkali, kurangnya kepercayaan diri muncul karena kurangnya pengetahuan. Maka dengan membaca buku kita akan mendapatkan semuanya.
Sebagai penutup, saat saya membuka halaman terakhir buku hadiah itu, saya terkagum dengan narasi sederhana tapi dalam yang beliau tulis: “Selain mengajar, sebagai pembicara dan pengasuh, kesibukan beliau adalah belajar.” Sebuah kalimat yang mengingatkan saya bahwa sejatinya belajar tidak pernah mengenal titik. Karena setiap tempat bisa menjadi sekolah, setiap orang bisa menjadi guru, dan setiap waktu adalah kesempatan untuk belajar.
Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh penyelenggara Halal Bi Halal Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, serta tentu saja kepada Dr. Fahrudin Faiz atas ilmu dan inspirasinya. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam setiap langkahnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.
Kami Sediakan Paket Reseller Undangan Digital Untuk Anda Dengan Harga Super Murah !!!, Klik Mau dan Hubungi Admin !!!
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !