Manusia yang hidup di dunia ini mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari. Tanpa terkecuali. Tanpa memandang status sosial, umur dan ras, manusia tetap mempunyai waktu sama yaitu 24 jam. Kemudia muncul Pertanyaannya, mempunyai waktu yang sama namun kenapa kualitas jam setiap orangnya berbeda-beda?
Perbedaan kualitas jam ini sering kali terletak pada bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu mereka, seberapa bijak mereka mengelola prioritas, serta seberapa besar usaha mereka untuk mencapai tujuan hidupnya. Dengan kata lain, meski waktu adalah anugerah yang diberikan secara merata, hasil dari pemanfaatannya sangat bergantung pada setiap individu. Nasib seseorang bergantung pada kualitas jam yang ia miliki.
Rasulullah SAW mengingatkan kita melalui haditsnya tentang pentingnya memanfaatkan waktu, “Ada dua nikmat yang sering kali manusia lalai darinya: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, no. 6412). Hal ini senada dengan nasihat Imam Syafii yang berkata, “Waktu itu seperti pedang. Jika kamu tidak memanfaatkannya, maka ia akan memotongmu.” Kedua pengingat ini mengajarkan kita betapa berharganya waktu yang Allah SWT anugerahkan setiap hari, sehingga harus digunakan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat dan positif.
Mari kita renungkan sejenak, dari 24 jam yang Allah anugerahkan kepada kita setiap harinya, berapa jam yang benar-benar kita manfaatkan untuk beribadah, belajar, atau mengasah keterampilan? Ataukah justru sebagian besar waktu tersebut lebih banyak kita habiskan untuk tidur dan bermalas-malasan? Ingatlah, waktu akan terus berjalan tanpa seorang pun mampu menghentikan atau menundanya, bahkan sedetik saja. Namun, kita masih memiliki kendali untuk menghentikan aktivitas yang hanya akan menyia-nyiakan waktu berharga tersebut!

Dalam buku “The Power of Personality” karya Tara Damaya disebutkan bahwa jika seseorang tidur selama 8 jam dalam sehari, maka dalam setahun ia telah menghabiskan 121 hari hanya untuk tidur. Kemudian, apabila seseorang hidup hingga usia 63 tahun, maka sebanyak 21 tahun dari hidupnya telah dihabiskan untuk tidur, atau setara dengan 33,33% dari total hidupnya. Ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga waktu hidup manusia digunakan untuk tidur, sehingga penting bagi kita untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan bijak dan produktif.
Dalam sebuah Teori yang dibawakan oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers: The Story of Success. Beliau membawakan teori 10.000 Hours (Expertise Theory), yang mengatakan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh uang, jabatan orang tua atau Orang dalam (Ordal), tapi ditentukan oleh keseriusan, latihan dan konsistensi. Maka jika seseorang ingin menjadi ahli di bidang tertentu kemudian dia meluangkan 3 jam perharinya selama 5 hari dalam seminggu maka ia membutuhkan 13 tahun untuk mencapai keahliannya. Jika intensitasnya 6 jam perhari dan 6 hari dalam seminggu maka ia akan menjadi ahli dalam 5-6 tahun. Maka untuk mencapai dan menjadi ahli itu tidak diperoleh secara instan, melainkan ditentukan oleh konsistensi dan keuletan seseorang dalam ketekunannya bidang tersebut.
Tulisan ini terinpirasi dari seorang guru (Ust. Halimi Zuhdy_ Pengasuh PP. Darun Nun) yang yang begitu saya kagumi kegigihan dan pengelolaa waktunya dalam satu hari. Beliau tak meninggalkan kewajibannya sebagai dosen, sebagai kepala rumah tangga dan amanah yg beliau ampu. Disela-sela kesibukan tersebut, beliau konsisten dalam membaca buku kemudian menuangkan buah pikiranya dalam sebuah tulisan setiap harinya. Semoga Allah memberikan kesehatan, kemurahan rezeqi dan rahmat-Nya. Aaammiin.
Selamat Hari Guru Nasional 2024
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.
Kami Sediakan Paket Reseller Undangan Digital Untuk Anda Dengan Harga Super Murah !!!, Klik Mau dan Hubungi Admin !!!
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !