160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Informasi

Rizal Ma’ruf Baharudin : Mercusuar Peradaban Islam dan Sains di Era Revolusi Teknologi

750 x 100 AD PLACEMENT

Rizal Ma’ruf Baharudin : Mercusuar Peradaban Islam dan Sains di Era Revolusi Teknologi

Dunia tidak pernah berhenti bergerak. Setiap detik membawa perubahan, setiap revolusi teknologi mengguncang batas-batas pemahaman kita, setiap ide baru melahirkan tantangan yang tak terduga. Di tengah arus yang deras ini, ada mereka yang sekadar mengikuti gelombang—dan ada mereka yang memilih untuk menjadi mercusuar, menerangi jalan bagi yang lain.

  1. Rizal Ma’ruf Baharudin bukan sekadar seorang akademisi, bukan hanya seorang pemikir. Ia adalah seorang arsitek peradaban, seorang penjelajah di antara dua dunia yang sering dianggap bertentangan: Islam dan sains, tradisi dan inovasi, keimanan dan teknologi.

Menghidupi Warisan Ilmuwan Muslim: Islam dan Sains Berjalan Seiring

Sejarah telah mencatat bagaimana para ilmuwan Muslim mengukir jejak mereka—Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Khwarizmi—mengubah dunia dengan temuan mereka. Mereka tidak hanya mengembangkan sains, tetapi juga membangun peradaban dengan iman sebagai fondasi utama.

Bagi sebagian orang, Islam dan sains seakan berada di ujung yang berbeda. Satu berbicara tentang iman, yang lain berbicara tentang bukti. Namun, bagi Rizal, keduanya adalah satu kesatuan. Islam bukan sekadar keyakinan yang pasif, tetapi energi yang mendorong manusia untuk berpikir, bertanya, dan menggali makna terdalam dari kehidupan.

Rizal percaya bahwa ilmu pengetahuan bukanlah ancaman bagi keimanan—sebaliknya, ia adalah alat untuk semakin mengenal kebesaran Tuhan. Ia melanjutkan jejak para ilmuwan terdahulu, bukan dengan hanya membaca sejarah, tetapi dengan menghidupkan kembali semangat pencarian ilmu di era digital.

750 x 100 AD PLACEMENT

Teknologi: Pedang Bermata Dua—Membangun atau Menghancurkan?

Di tengah derasnya arus digital, kita melihat dua fenomena yang bertolak belakang. Di satu sisi, pengetahuan tersedia dalam genggaman, menjelma dalam setiap layar, setiap klik, setiap interaksi daring. Namun di sisi lain, makna sering kali hilang dalam derasnya informasi.

Rizal memahami hal ini dengan sangat baik. Ia tidak sekadar melihat teknologi sebagai alat, tetapi sebagai wadah untuk membangun pemahaman, sebuah jembatan yang bisa membawa manusia kepada kebijaksanaan—bukan sekadar kepuasan instan.

Melalui blog pribadinya, ia menghidupkan kembali pemikiran para ilmuwan Muslim, menyajikannya dengan sudut pandang yang relevan bagi generasi saat ini. Ia tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana masa lalu bisa menginspirasi masa depan.

Selain itu, ia turut mendirikan ISciTech Digital Indonesia, sebuah platform yang menyatukan teknologi, Islam, dan ilmu pengetahuan dalam satu ruang yang inklusif. Bersama rekannya, Nugroho dari Klaten, ia menciptakan Simplora, sebuah platform untuk usaha undangan digital—menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga soal kreativitas dan pemberdayaan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ilmu yang Ditulis, Ilmu yang Dihidupkan

Sebagai seorang akademisi Tafsir Al-Qur’an, Rizal memahami bahwa ilmu tidak boleh hanya sekadar diam di dalam buku—ia harus mengalir, tumbuh, dan menginspirasi.

Dedikasinya tercermin dalam berbagai karyanya, yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi pemahaman Islam di era modern. Beberapa di antaranya:

  • The Strengthening Religious Moderation for IPNU IPPNU Students through Interpretation Wasathiyah Efforts to Prevent Radicalism at Metro – Bagaimana tafsir wasathiyah dapat menjadi benteng bagi generasi muda menghadapi radikalisme.
  • Retorika Dakwah Tauhid Nabi Ibrahim (Kajian Penafsiran Al-Razi Terhadap Q.S Al-An’am Ayat 76-79) Serta Relevansinya Dengan Dakwah Modern – Menggali bagaimana retorika Nabi Ibrahim tetap relevan bagi dakwah masa kini.
  • Qur’anic Parenting: Tinjauan Maqasid Al-Syariah dalam Kisah Penyembelihan Nabi Ismail – Mengungkap kebijaksanaan Islam dalam konsep parenting berdasarkan nilai maqasid al-syariah.

Tulisan-tulisannya bukan sekadar kumpulan kata, tetapi suara dari pemikiran yang terus berkembang, membangun perspektif baru bagi mereka yang mencari makna lebih dalam dalam keilmuan Islam.

Membangun Jaringan, Menyatukan Pemikiran

Keilmuan tidak berkembang dalam kesunyian. Ilmu harus berdialog, berbenturan dengan gagasan lain, tumbuh dalam diskusi yang dinamis.

750 x 100 AD PLACEMENT

Rizal memahami hal ini, itulah mengapa ia tidak hanya berdiam dalam ruang akademik, tetapi aktif dalam berbagai komunitas dan organisasi. Sebagai Koordinator Wilayah Sumatera Raya dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) 2024-2025, ia berperan dalam menyatukan pemikiran mahasiswa dari berbagai daerah—mendorong dialog, memperdalam wawasan, dan memperkuat moderasi beragama dalam bingkai ilmiah.

Lebih dari itu, ia turut aktif dalam berbagai diskusi keilmuan dan komunitas teknologi, memastikan bahwa ilmu bukan hanya sekadar teori, tetapi juga teraplikasi dalam kehidupan nyata.

Pejuang Zaman: Menghidupi Perubahan, Bukan Sekadar Menyaksikannya

Dunia berubah. Ilmu berkembang. Teknologi merombak cara kita memahami realitas.

Namun, di tengah segala arus ini, ada mereka yang memilih untuk sekadar bertahan—dan ada mereka yang memilih untuk memimpin perubahan. Rizal adalah yang kedua.

Ia tidak hanya menyaksikan dunia bergerak, tetapi turut membentuk gerakannya. Islam, sains, dan teknologi, bagi Rizal, bukanlah tiga entitas yang bersaing, tetapi kekuatan yang bersinergi, membangun masa depan yang lebih inklusif, lebih cerdas, dan lebih bermakna.

Kesimpulan: Cahaya di Antara Gelombang Perubahan

Dalam setiap zaman, selalu ada mereka yang memilih untuk menjadi lentera di tengah kegelapan, pembawa cahaya di antara badai perubahan. M. Rizal Ma’ruf Baharudin adalah salah satunya.

Baginya, ilmu bukan sekadar alat untuk memahami dunia—tetapi cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan, untuk membangun peradaban, untuk memberikan makna bagi kehidupan.

Ia tidak sekadar berbicara tentang perubahan, tetapi menghidupinya, memastikan bahwa Islam, sains, dan teknologi bukanlah pilihan yang harus dipisahkan, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih gemilang.

Dan dalam perjalanan ini, ia terus melangkah—menyebarkan wawasan, menginspirasi generasi, dan membuktikan bahwa keimanan dan ilmu bukanlah dua kutub yang bertentangan, tetapi dua sayap yang menerbangkan manusia menuju kebijaksanaan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Admin Semoga Bermanfaat - Berarti dan Memberi Makna

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Ingin Usaha Undangan Digital ?

Kami Sediakan Paket Reseller Undangan Digital Untuk Anda Dengan Harga Super Murah !!!, Klik Mau dan Hubungi Admin !!!

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !