Manusia terlahir ke dunia ini dalam “La Ta’lamuna Syai’an” artinya tidak mengetahui apapun. Yups benar. Apakah ada manusia yang saat terlahir ke dunia langsung mengetahui segala hal di dunia, menyebutkan berbagai kosa kata dll. Tidak ada.
Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jamik Li Ahkamil Quran menuliskan, maksud dari “La Ta’lamuna Syai’an” yaitu
– Pertama: kalian tidak mengetahui sesuatu pun tentang perjanjian (mītsāq) yang telah diambil dari kalian ketika masih berada di tulang sulbi para ayah kalian.
– Kedua: kalian tidak mengetahui sesuatu pun mengenai ketetapan yang telah ditentukan bagi kalian, berupa kebahagiaan ataupun kesengsaraan.
– Ketiga: kalian tidak mengetahui sesuatu pun mengenai berbagai kemaslahatan dan manfaat bagi diri kalian.
Lantas jika kita tidak belajar nol, bagaimana?
Otak Bukanlah “Kertas Kosong”
Dalam ilmu kognitif, bayi sudah memiliki kemampuan bawaan untuk belajar dan memproses informasi. Jadi bukan berarti otak benar-benar kosong lalu semua kemampuan dibangun dari nol.
Allah menganugrahkan kepada setiap ciptaan-Nya “Sam’a, Abdshor dan Af’idah” Dia menjadikan bagi kita pendengaran, penglihatan, dan hati- alat-alat yang dengannya kita dapat mengetahui dan memahami.
Kita belajar dari Pengalaman
Ada 2 murid di dalam satu kelas yang sama, membaca 20 halaman yang sama dan waktu sama. Apakah kedua murid ini menyampaikan hal yang sama?
Setiap manusia mempunyai titik start yang berbeda-beda. Ada seseorang yang dengan malamnya diisi dengan membaca dan ada seseorang yang dengan malamnya diisi dengan menonton dan bermain.
Learning = Add + Connect + Revise
Keduanya memiliki hasil/output yang berbeda, seorang penulis bisa menulis puluhan halaman bahkan ratusan, tidak berdasarkan dari satu buku namun ia merangkum dari banyaknya buku yang ia pernah baca dan berdasarkan pengalaman yang pernah ia alami.
Membangun Otak Belajar lebih Cepat
Belajar lebih cepat dan banyak bukan berarti memasukkan informasi sebanyak-banyaknya, tetapi membuat informasi baru “bertemu” dengan apa yang sudah ada di kepala kita. Bahwa dalam menulis kreatif itu, ada tiga proses penting:
– CONNECT- Ini berhubungan dengan apa yang sudah saya ketahui
– COMPARE- Apa yang berbeda dari pemahaman saya sebelumnya, membandingkan
– UPDATE- Apa yang harus saya ubah/dapatkan setelah membaca/mengalami ini.
Setiap Peristiwa adalah Meja Belajar
Ada hari ketika hidup berjalan sesuai harapan, ada pula hari ketika kenyataan tidak berpihak pada keinginan. Namun, jika kita memilih untuk terus belajar, tidak ada peristiwa yang benar-benar sia-sia. Setiap yang kita lalui dapat menjadi pelajaran, dan setiap pengalaman dapat menjadi hikmah yang membuat kita tumbuh dan belajar.
Sangat merugi jika itu hanya menjadi penyesalan dan penyalahan kepada orang lain. Maka lakukanlah apa yang menjadi kendali kita dan bersyukurlah. “La’allakum Tasykurun”
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.