Sabtu itu, seorang wanita yg teduh jika melihatnya, bahagia saat disampingnya dan ucapannya adalah ucapan Tuhan di dunia. Ya itulah Ibu.
Wanita tersebut menghubungiku dan mengabarkan tentang waktu ia dan ayah dipertemukan menjadi pasangan yang sah. Ia memohon doa kebaikan untuk dirinya dan ayah. Lantas seraya ku berdoa dengan dalam.
19 September 1999 adalah moment bahagia bagi kedua orang tuaku. Waktu yang menjadi saksi bertemunya kedua belah jiwa yang sebelumnya terpisah. Hari dimana Tuhan Halalkan semua larangan-Nya dan hari dimana diharamkan semua yang dihalalkan-Nya. Dengannya aku terlahir.
27 Tahun waktu usia pernikah mereka, usia dewasa untuk sebuah pernikahan. Terlahir dua jagoan kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa. Aku dan adikku.
Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika tanggal itu tidak pernah ada? Akankah diriku dan adikku terlahir ke dunia? Mungkin tidak, Kalla.
Sebagaimana mereka, berikan kebahagiaannya untukku maka izinkan aku dengan sisa ini, ku berikan seluruhnya untuk mereka yang telah menjadikan sebab terbesar adanya diriku dan adikku di dunia.
Sebuah kue sederhana dengan tulisan “Happy Anniversary Pernikahan ke-27”, yang kami berikan dengan harap keduanya meridhoi kami sebagai anaknya.
Jadikan keduanya pasangan yang Engkau temukan tidak hanya di dunia namun nanti juga di Akhirat.
Konten Kreator Edukasi bahasa Arab dan ilmu keislaman. Penulis dan Reviewer Buku. Pengajar Private Al-Quran dan Bahasa Arab. Pembicara Seminar tema kesantrian, kepemimpinan, Masuk Kampus dan Keislaman.